Sabtu, 21 April 2012

Motivasi Menghafal Al-Quran

Assalamu'alaikum,



Sahabat Program Tutorial yg dirahmati Allah, ini ada notes dari FB teman sebagai
penambah semangat dalam menghafal Al-Quran. Di sela-sela kesibukannya
sebagai manajer, ternyata beliau mampu menghafal keseluruhan Al-Quran dalam
tempo yg cukup singkat, 1,5 tahun. Semoga kita bisa menyusul beliau menjadi
para penghafal Al-Quran, amiin...


-------------------


Nizar, seorang Manager di PT Telkom, bapak 3 anak, usia 37 th – telah
berhasil menghafal Al Qur’an 30 juz dalam waktu yang relatif singkat yaitu
sekitar 1,5 th. *Subhanallah Alhamdulillah, Allahu Akbar*. Berikut ini
kisah yang beliau sampaikan dalam acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa)
di masjid Al Hikmah TELKOM Divre 3 Sabtu, 11 April 2009.


Membangun motivasi antara lain dengan cara:


* Ketika umroh (alhamdulillah mendapat penghargaan dari perusahaan) berdo’a
agar dijadikan oleh Allah sebagai bagian dari orang-orang penghafal Al
Qur’an.


* Menanamkan dalam diri untuk tidak mengingkari nikmat Allah yang telah
begitu banyak Allah berikan.


* Berazam untuk tidak kembali kepada kemaksiyatan (menghambur-hambur waktu,
suka marah kepada istri, dll).


* Saya harus hafal Al Qur’an sebelum usia 40 th.






Metoda yang dipakai oleh beliau dalam menghafal Al Qur’an antara lain
sebagai berikut:


* Kegiatan menghafal didahului dengan belajar tahsin (membaguskan bacaan Al
Qur’an). Di sini ditanamkan bahwa kegiatan tahfidz tidak akan berhasil baik
jika bacaan (tilawah Al Qur’an) belum baik dan benar sesuai kaidah yang
benar. Nizar belajar tahsin di MAQDIS pimpinan ustadz Syaiful Islam
Mubarok, Lc, MAg.


* Nizar berusaha menghafal solitair tanpa guru dan sudah berhasil
menghafalkan 8 juz, namun untuk menambah hafalan dirasa berat sekali jika
tanpa guru, oleh karena itu memutuskan untuk belajar tahfidz (hafalan) di
masjid Habiburrahman (PT DI) di bawah asuhan ustadz Abdul Azis Abdur Rauf,
Lc (al hafidz).


* Quantum Memori Al Qur’an (sebuah metode yang dipakai oleh Yayasan Baitul
Hikmah Bandung yang juga dipakai oleh ESQ-nya Ary Ginanjar Agustian).


* Pilih salah satu dari 2 tipe penghafal:






* TIPE LAMBAT: tidak akan menambah hafalan jika hafalan lama belum sempurna
betul, sehingga waktu banyak dipakai untuk mengulang-mengulang hafalan.


* TIPE CEPAT: lebih dipentingkan setoran tambahan, jika dirasa sudah hafal,
langsung setor kepada pembimbing dengan mengesampingkan terlebih dahulu
kegiatan mengulang hafalan.






Kiat-kiat yang dipakai Nizar antara lain sebagai berikut:


* Atur kembali ”jadwal hidup”, bangun jam 12 malam, manfaatkan waktu sampai
shubuh untuk menghafal yang baru dan mengulang hafalan.


* Alokasi waktu yang paling mudah dikurangi adalah waktu tidur, resikonya
bulan-bulan pertama bakal ngantuk sebagai tantangan utama, namun
selanjutnya akan teratasi.


* Memanfaatkan ”waktu-waktu tunggu” untuk menghafal dan mengulang hafalan,
antara lain: Menunggu rapat dimulai, Menunggu lampu hijau menyala,Saat-saat
macet, ”Waktu break”, daripada ngobrol nggak jelas, lebih baik untuk
menghafal.


* Beristiqomahlah dalam menghafal dengan cara: Selama menghafal perbanyak
beramal sholeh, menjaga sedemikian rupa sehingga sholat fardhu tidak
terlambat, meski hanya terlambat takbiratul ihram.


* Menambah ibadah sunah (sholat tahajud, sholat rawatib shoum sunah).


* Menjaga perut karena sangat rawan dan berpengaruh terhadap penyakit
”ngantuk”.


* Sensitif terhadap makanan yang halal, selalu memperhatikan label halal
terhadap makanan kemasan.


* Menambah infaq.


* Banyak berdo’a agar dimudahkan oleh Allah, karena senjata pamungkas
muslimin adalah do’a.






Closing remark:


”Kesibukan di kantor tidak mengurangi kesempatan berinteraksi dengan Al
Qu’an”






Kiat-kiat yang disampaikan oleh ustadz Abdul Azis Abdur Rauf, Lc (al
hafidz):


* Jangan merasa cukup dengan apa yang sudah kita lakukan. ”ah, tadi pagi
kan sudah membaca Al Qur’an, sekarang tidak perlu”. ”ah, kemarin kan sudah,
sekarang tidak usah” harus dihilangkan.


* Berusahalah untuk merasakan kenikmatan dan mendambakan kenikmatan
berlama-lama berinteraksi dengan Al Qur’an


* Yakinlah atas mu’jizat Al Qur’an sehingga kita bisa merasakan keagungan
Al Qur’an


* Benchmark: rokok saja (yang jelas-jelas tidak ada gunanya bahkan haram
menurut fatwa MUI) bisa membuat orang ”sangat akrab”, masa tidak bisa akrab
dengan Al Qur’an


* Perbanyak tilawah Qur’an dengan belajar dari best practice: Abu Hanifah
sepanjang hayatnya mengkhatamkan Al Qur’an 7000 x (anggap saja umurnya 70
th, sehingga kurang lebih sepekan khatam 2 kali)


* Tidak memakai ”tapi” dalam membangun motivasi. ”saya ingin menghafal Al
Qur’an, tapi kan saya sibuk”, ”tapi kan saya sudah 60 th”, ”tapi kan saya
harus berinteraksi intensif dengan anak’, ”tapi kan …. tapi kan … tapi kan
…” hilangkan ”tapi”, ganti dengan YAKIN, YAKIN dan YAKIN


* Jika sudah YAKIN, lanjutkan dengan ”BERAKSILAH”, yaitu perbanyak tilawah
dan hafalan


* Cari dan tumbuhkan segala macam alasan agar tekad bulat selalu terjaga


* Tinggalkan logika manusia (terlalu banyak yg dihafal, sibuk, sudah tua,
dll) yang bisa menghambat semangat menghafal Al Qur’an


* Konsentrasi pada ”AKSI”, jangan konsentrasi pada hasil dan jangan
memikirkan kendala


* Jangan jadikan usia sebagai kendala, banyak sudah contoh saudara kita
yang berhasil menjadi penghafal Al Qur’an dalam usia yang sudah lanjut


* Targetkan ”Al Fatihahkan” semua surat dalam Al Qur’an (hafal betul
seperti menghafal Al Fatihah)


* Tetapkan target, misal ”sebelum usia 40 th, saya harus sudah menghafal Al
Qur’an). Target yg paling baik adalah ”sebelum tutup usia, saya harus sudah
selesai menghafal Al Qur’an”, karena usia manusia tidak ada yang tahu,
sehingga kita akan semangat setiap saat untuk menghafal.


* Tanamkan dalam diri bahwa hidup hanya sekali dan sebentar, harus
manfaatkan waktu yang sekali dan sebentar ini untuk menghafal Al Qur’an


* Sering-seringlah mentafakuri kehidupan


* Perbanyak berdoa dan beramal sholeh


”Semoga kita semua ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari para
penghafal Al Qur’an”




-------------------------
Sumber : kmmi-auh

Sabtu, 14 April 2012

Cinta Rabiatul Adawiyah…


 Mampukah kita menjejaki langkah srikandi cinta ini...

Rabi’ah Al-Adawiyah, adalah seorang ahli sufi wanita yang zuhud dalam hidupnya. Suatu hari datanglah tiga orang lelaki yang ingin melamarnya sebagai isteri. Mereka itu Hasan Bisri, Malik Bin Dinar, dan Tsabit Al-Benany.

“Rabi’ah, Pilihlah Satu Di Antara Kami Sebagai Suamimu, Kerana Kahwin Itu Adalah Sunnah Rasul,” Kata Mereka.

Tanpa menjawab ya atau tidak, Rabi’ah hanya menyatakan beberapa permasalahan dirnya. “siapa yang boleh memecahkan permasalahan itu dialah calon suami saya”.

Kepada Hasan, Rabi’ah Bertanya: “apa yang anda jawab bila ada seseorang berkata bahwa nanti di hari perjanjian saya tidak peduli terhadap orang-orang yang masuk neraka dan tiada peduli terhadap orang-orang yang masuk syurga.termasuk kelompok manakah saya nanti?”
Mendengar pertanyaan itu Hasan hanya bisa menjawab: “saya tidak tahu”.

Rabi’ah Lalu Bertanya Lagi: “ Malaikat Telah Membentuk Aku Sewaktu Aku Di Dalam Kandungan. Apakah Aku Menjadi Orang Yang Berbahagia Atau Orang Yang Sengsara?”

“Saya tidak tahu,” jawab Hasan lagi.”
Kembali Rabi’ah mengajukan pertanyaan lagi kepadayang melamarnya itu. “bila ada orang berkata kepada seseoran agar jangan takut dan jangan bersedih,sementara kepada yang lain ia mengatakan mereka tidak berhak untuk bergembira,maka termasuk kelompok manakah aku ini?”

Hasan menjawab lagi: “tidak tahu.”
Maka Rabi’ah melanjutkan pertanyaan lagi: “kuburan boleh menjadi taman syurga dan boleh menjadi liang masuk neraka. bagaimana kuburan saya nanti?”

Menjawablah hasan seperti jawapan sebelumnya: “saya tidak tahu.” Belum puas dengan pertanyaan yang telah diajukan, Rabi’ah mengajukan pertanyaan lagi kepada Hasan: “pada suatu hari ada wajah-wajah yang putih, dan ada pula wajah yang hitam. Bagaimana wajah saya nanti?”
“tidak tahu,” jawab Hasan pula.

Kembali Rabi’ah al-adawiyah mengajukan pertanyaan walaupun orang yang ditanyai selalu menjawab dengan perkataan “saya tidak tahu.
”Bila hari qiamat ada orang berseru bahawa ketahuilah si fulan telah mendapatkan kebahagiaan dan si fulan bin fulan sangat sengsara.maka termasuk golongan mana aku ini,” tanya rabi’ah.

“saya tidak tahu.” jawab Hasan Bisri untuk kesekian kalinya.
Mendengar serentetan pertanyaan rabi’ah al-adawiyah yang mengandungi hikmat itu, menangislah ketiga-tiga lelaki yang ingin melamarnya itu lalu meninggalkannya.

Rabu, 28 Maret 2012

BEASISWA ASTRA

Info Beasiswa Astra:
1. Mhs sem 3 -7
2. IPK min 3.0
3. Aktif berorganisasi
4. Tidak sedang menerima beasiswa dari program manapun

download form aplikasi di http://www.astra.co.id/index.php/career/astra1st
paling lambat 9 April 2012

INSPIRING MIND ALA PROGRAM TUTORIAL UPI PURWAKARTA


Selasa, 27 Maret 2012
Mahasiswa UPI Kampus Purwakarta terbangun dari tidur panjang yang melenakan, mereka kembali termotivasi dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Ada apakah gerangan yang menyebabkannya terjadi?



 
 
Setelah menghadiri seminar yang diadakan oleh Program Tutorial UPI Kampus Purwakarta Selasa siang kemarin. 150 orang mahasiswa yang hadir, mengaku terpukau dengan tausiah yang disampaikan oleh Trainer Nasional Muda Ust. Kemas Mahmud Al-hanif. “Benar-benar menyentuh hati!” Ujar Dewiyanti  – peserta Program Tutorial.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC senior Khoer Nur Siddik, dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat cinta dari Ilahi oleh Risman—peserta mentoring Program Tutorial.
Selanjutnya, sambutan dosen pembimbing Program Tutorial UPI Kampus Purwakarta, Dr. Burhanudin, TR., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada seluruh mahasiswa agar dapat memanfaatkan usia muda yang berharga dengan hal-hal yang bermanfaat. “Ada seorang kakek berusia 90 tahun namun menganggap umurnya baru 10 tahun, karena ia merasa hidupnya yang berarti adalah 10 tahun terakhir saja” tutur beliau.



Acara ini sekaligus menampilkan konser perdana tim nasyid No Voice yang beranggotakan 4 orang, diantaranya Risman Maulana, Wildansyah, Asep Nurhuda dan keyboardist Nunu Priyatna, yang kesemuanya adalah peserta Program Tutorial.
Seminar yang bertemakan “Agar Usia Tak Sekedar Angka” mengingatkan seluruh peserta, betapa waktu yang dimiliki sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan. “Dunia ini memberikan jalan kepada mereka yang memiliki tujuan hidup yang jelas!” Ujar Ust Kemas selaku pemateri penuh semangat.
Aula serba guna UPI Purwakarta menjadi saksi bisu janji dan do’a para peserta di acara tersebut, isak tangis membuncah ketika Sang Ustadz mengingatkan kembali peserta dengan perjuangan dan jasa orang tua selama ini. Tak heran, jika para peserta pulang dengan penuh semangat dan bersiap menggapai mimpi. “Acaranya seru banget! Kalau bisa satu bulan diadakan 4 kali acara seperti ini!!!” Ujar Esti Hajiyanti –Peserta seminar.



 
Posted By: Fifi Sri Ratu Afiyati (Bidang Media Program Tutorial UPI Purwakarta)

Rabu, 08 Februari 2012

PEMBUKAAN PROGRAM TUTORIAL

(Bidang Media Program Tutorial PAI MKDU UPI Purwakarta)

Purwakarta, UPI
            Sebanyak 104 mahasiswa tingkat 1 memadati lantai utama Masjid Al-furqon/Islamic Tutorial Center, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Sejak pukul 13.00-15.15 WIB, mereka berkumpul dalam rangka mengikuti kegiatan pembukaan Program Tutorial  PAI MKDU UPI semester II.
 
Program Tutorial UPI Purwakarta, berusaha membangkitkan semangat adik-adik tingkat 1 dengan menghadirkan training motivasi yang berjudul “Terapi Galau”.  Judul ini diangkat, mengingat adik-adik tingkat 1 mulai mendapat amanah dari berbagai organisasi yang digeluti, dan seringkali merasa bosan serta berakhir galau.
“Program Tutorial berusaha memberikan materi yang peserta butuhkan,” papar Winda Nursifa Fauziah, ketua pelaksana acara tersebut.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC senior Rian Indrahadi, dan dilanjutkan dengan tilawah oleh Risman—peserta mentoring Program Tutorial. Selanjutnya, sambutan dari ketua umum Program Tutorial UPI Kampus Purwakarta, Arief Anang Kusuma. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa tingkat 1 di Program Tutorial semester II, serta berpesan agar tetap bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan oleh para pengurus Program Tutorial UPI Kampus Purwakarta.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh dosen pembimbing Program Tutorial UPI Kampus Purwakarta, Asep Sopian, S.Pd., M.Ag. Beliau berharap agar para peserta tidak hanya menjadikan mentoring sebagai sarana untuk mencari nilai saja,  akan tetapi sebagai sarana untuk membina dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Sampai saat ini, saya menganggap mentoring adalah metode terbaik untuk membina diri” papar beliau.
 Acara dilanjutkan dengan training motivasi yang disampaikan oleh Ence Surahman—ketua umum Program Tutorial UPI 2010-2011. Materi yang disampaikan berhasil menggugah para peserta, terbukti mereka begitu antusias dalam menyimak materi.
Post by Fifi Sri Ratu Afiyati di Rabu, 8 Februari 2012